Senin, 12 Juni 2017

Tips Mengolah Bata Sapi

Hallo Guys...

Kali ini yang akan dibahas adalah seputar salah satu jeroan sapi yaitu babat sapi. Jeroan sapi adalah bagian dalam tubuh sapi yang terdiri dari usus, limpa dan babat. Babat Sapi merupakan bagian dalam yang berasal dari lambung hewan sapi. Bila dilihat dari bentuk dan baunya, babat sangatlah tidak menarik. Namun ternyata tidak sedikit orang yang menyukai makanan dari babat karena kelezatannya. Makanan dari babat sapi yang sangat terkenal dan banyak digemari orang antara lain soto babat, soto/coto makassar, babat goreng, nasi goreng babat, dan rujak babat. 


Kandungan gizi yang terdapat pada babat sapi yaitu protein, lemak, vitamin, dan mineral. Vitamin B3 pada babat sapi sangat penting untuk pembuatan protein, dan vitamin B12 berperan untuk mengurangi gangguan sistem kerja sel syaraf sehingga menurunkan risiko terjadinya ganggaun memori. Mineral yang terkandung dalam babat sapi diantaranya adalah kalium, kalsium, natrium, magnesium, fosfor, zinc, selenium dan mangaan, sangat dibutuhkan untuk kesehatan dan pertumbuhan tubuh kita. 

Kolesterol dan purin pada babat sapi memang cukup tinggi, sehingga tidak aman bagi pengidap asam urat. Mengingat manfaat dari kandungan gizi pada babat yang begitu beragam, sebenarnya babat tidak perlu dipantang, melainkan dikonsumsi secara bijak dan pada porsi yang secukupnya agar tidak menimbulkan keluhan. Konsumsi babat yang berlebihan dapat menimbulkan penyakit gout, jantung koroner, stroke, dan penyakit degeneratif lainnya. Saat konsumsi babat, sebaiknya diimbangi dengan asupan serat yang berasal dari sayuran dan buah untuk membantu proses pencernaan serta dapat menurunkan kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Selain itu, olahraga rutin juga sangat diperlukan untuk menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL).


Untuk membuat makanan dari babat sapi agar lezat dan sehat, ada beberapa tips mengolah babat sapi.

Beberapa tips mengolah babat sapi sebagai berikut :
  • Pada saat membeli babat sapi, pilihlah babat putih yang sudah dibersihkan. Babat yang bersih harusnya berwana putih, apabila hitam berarti masih ada kotoran yang menempel pada serabutnya. Namun babat yang berwarna putih juga harus tetap dibersihkan berulangkali untuk menghilangkan zat kimia yang mungkin ada.
  • Babat yang dijual di toko daging berbagai variasi yaitu babat hijau, babat yang sudah dibersihkan, dan babat yang diputihkan atau dipucatkan. Tiap jenis babat memerlukan prosedur pembersihan yang berbeda, sehingga penting untuk mengetahui jenis babat apa yang kita beli. Babat hijau adalah bagian perut sapi yang pada dasarnya tidak berubah setelah dikeluarkan dari dalam perut sapi, berwarna kehijauan atau keabu-abuan serta perlu dikosongkan isinya dan dibersihkan sebelum dimasak. Babat yang sudah dibersihkan adalah babat yang telah dibilas dan dicuci untuk menghilangkan isi perut sapi, berwarna lebih terang daripada babat hijau dan memerlukan sedikit persiapan dalam proses pembersihan dan pencucian. Babat yang diputihkan atau dipucatkan adalah babat yang telah dibersihkan, lalu direndam di dalam klorin untuk membunuh kuman, sehingga warna babat menjadi lebih pucat. Ini adalah jenis babat yang paling bersih, namun babat ini harus dicuci berulang kali untuk menghilangkan bau dan rasa klorin yang kuat.
  • Bila ingin sendiri membersihkan babat yang masih hitam agar menjadi putih, rendam babat dalam air kapur selama kurang lebih 20 menit, lalu cuci pada air mengalir sambil dikerok bagian handuknya dengan menggunakan sendok atau pisau untuk menghilangkan kotoran dan warna hitamnya. 
  • Perciki babat dengan air jeruk nipis sebelum dicuci agar bau tajamnya agak berkurang.
  • Untuk menyingkat waktu memasak, rebus babat  bersama rempah daun seperti daun salam, lengkuas, serai, dan daun jeruk, dan masak sampai babat empuk dalam panci tekan atau panci presto kira-kira selama 30 menit.
  • Agar babat empuk, dapat juga merebus babat dengan segenggam beras yang telah dicuci bersih. Setelah empuk cucilah kembali babat hingga bersih, lalu masak sesuai selera.
  • Cara lain mengempukkan babat adalah dengan melumuri babat yang telah dibersihkan dengan parutan daging nanas selama kira-kira 30 menit, lalu cuci babat sampai bersih dan kemudian rebus dengan campuran rempah-rempah sampai babat empuk.
  • Selain direbus, babat juga dapat diempukkan dengan cara dikukus. Caranya mudah yaitu letakkan campuran wortel, bawang putih, jahe, cabai, serta saus tiram di bagian bawah pengukus. Untuk lebih segar juga bisa menambahkan perasan jus lemon pada campuran tersebut. Kukus campuran bumbu sampai mendidih, kemudian letakkan babat yang telah dibersihkan dan dipotong-potong pada bagian atas pengukus dan kukus babat dengan api kecil sampai sedang selama sekitar 1 jam sampai empuk, kemudian babat siap dimasak sesuai selera.
  • Jangan gunakan air perebus babat sebagai kaldu atau kuah untuk masakan karena baunya sangat tajam, sebaiknya dibuang saja.
  • Babat dapat dimasak sebagai lauk pauk atau sebagai tambahan pada makanan lain, misalnya soto babat, soto makasar dan lain-lain. 


Semoga bermanfaat. "Keep Smile & Keep Spirit".