Kamis, 23 Juni 2016

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tinggi Badan

Salam "Harmony"


Haii Frens...

Mempunyai penampilan yang menarik dengan bentuk dan tinggi badan ideal merupakan dambaan semua. Dengan tinggi badan yang ideal, akan lebih mempermudah seseorang untuk mendapatkan sekolah atau pekerjaan yang diinginkannya.


Pada masa sekarang ini, banyak sekolah atau lembaga pendidikan tinggi yang memberikan syarat tinggi badan minimal untuk calon mahasiswanya, seperti Sekolah Militer/TNI, Sekolah Pelayaran, Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN), Sekokah Public Relations, Sekolah Mode, dan lain-lain. Demikian juga perusahaan yang memberikan syarat tinggi badan minimal untuk calon pegawainya, misalnya pramugari/pramugara, artis, model, presenter dan lain sebagainya. Sebagian besar perusahaan di negara kita memberikan syarat untuk tinggi badan calon pegawai perempuan berkisar 156 - 170 cm, dan untuk calon pegawai laki-laki berkisar 160-175 cm.


Sebenarnya kita tidak perlu berkecil hati bila badan kita termasuk katagori tidak tinggi alias "agak pendek". Sudah selayaknya kita bersyukur dan menerima atas semua anugrah dan karunia dari "Tuhan Yang Maha Kuasa". Namun sebagai manusia kita diberikan kesempatan untuk berusaha dan memohon kepada-NYA, dan atas perkenan-NYA jua usaha kita berhasil.


Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tinggi Badan 

Tinggi badan seseorang sangat dipengaruhi oleh faktor dari dalam yang disebut dengan faktor genetika atau keturunan dan faktor dari luar yang disebut dengan faktor non-genetika. 

Apa sih yang dimaksud dengan faktor genetika dan non-genetika..??  Yukk... kita baca lebih lanjut... 


A. Faktor Genetika atau Keturunan dari Keluarga 

Faktor genetika atau keturunan dari keluarga memang merupakan faktor utama dalam pertumbuhan tinggi badan seseorang dan sifatnya tidak dapat diubah. Seorang anak akan berpotensi mencapai tinggi badan sesuai dengan gen penentu tinggi badan yang diwarisi dari orang tuanya. Jika orang tuanya memiliki perawakan tinggi, maka secara genetis si anak berpotensi memiliki perawakan yang tinggi pula. Sebaliknya, jika orang tua berperawakan pendek, maka anak cenderung memiliki perawakan yang pendek pula. Namun demikian, orang tua yang memiliki perawakan pendek tidak berarti secara otomatis akan memiliki anak yang pendek pula. Hal ini disebabkan karena faktor genetik ini bersifat kecenderungan atau potensi. Banyak kita lihat anak yang lebih tinggi dari orang tuanya. 



Ketika anak melalui masa puber dan beranjak dewasa, pada umumnya mereka hanya bisa mempunyai batas tinggi maksimal seperti orang tuanya. Secara umum, faktor genetik ibu lebih berpengaruh ketimbang faktor genetik dari ayah. Ini berarti bahwa Si A yang memiliki ibu tinggi dan ayah pendek akan berpeluang memiliki tubuh yang lebih tinggi ketimbang si B yang memiliki ayah tinggi dan ibu pendek. Namun tentu saja hal itu bukanlah suatu kepastian, namun hanya kecenderungan medis yang telah diamati oleh peneliti.



B. Faktor Non-Genetika 

Seperti uraian di atas bahwa pertumbuhan tinggi badan seseorang mengandung unsur genetik dari keluarganya terutama dari kedua orang tuanya. Namun demikian tidak menutup kemungkinan bahwa tinggi badan tersebut dapat berubah atau bertambah meskipun tidak terlalu banyak, yang disebabkan oleh faktor lain. 

Faktor lain yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tinggi badan adalah faktor non-genetika atau faktor dari luar dan sifatnya masih dapat diubah. Faktor non-genetika mencakup kesehatan, pola makan, dan gaya hidup seseorang.



Perlu diketahui bahwa penambahan tinggi badan dapat dilakukan apabila lempeng pertumbuhan yang terdapat di tulang panjang masih terbuka. Proses pemadatan tulang dewasa akan berhenti pada batas usia 35 tahun. Untuk menunjang pertumbuhan tulang yang optimal dibutuhkan tubuh yang sehat, asupan nutrisi yang kaya protein, vitamin D, Kalsium dan zat besi (zinc) serta menghindari kebiasaan-kebiasaan tidak sehat seperti merokok, minum minuman beralkohol, minum teh atau kopi atau yang mengandung soda secara berlebihan, makanan coklat yang berlebihan, makan makanan yang terlalu manis atau terlalu asin atau terlalu berlemak, serta makanan yang siap saji/junk food.   

Dengan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tulang panjang, maka kita dapat melakukan usaha-usaha untuk menambah tinggi badan. 


Demikian postingan tentang "Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tinggi Badan". Semoga dapat bermanfaat buat kita semua.


Salam "Harmony"

FS.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar